5 CM: Perpaduan Petualangan, Cinta dan Nasionalisme (Review)

image

 

Film yang diangkat dari novel laris sedang menjadi tren pada saat ini, sebut saja Negeri 5 Menara, Radio Galau FM serta yang terbaru 5Cm dan Habibie & Ainun. Para produser film Indonesia sepertinya sudah mulai melihat novel adalah sebuah sumber ide dan potensi baru dalam industri sinema ditengah lesunya para peminat film Indonesia.

 

Bicara mengenai 5Cm tidak bisa lepas dari seorang penulis bernama Donny Dhirgantoro seorang penulis muda yang menerbitkan karya 5cm pada tahun 2005 lalu. Setelah sekian lama menjadi novel laris baru akhir tahun 2012 berhasil dirilis kedalam format layar lebar.

 

Sutradara Rizal Mantovani menjadi orang yang bertanggung jawab dibalik layar film 5cm ini. Melihat karyanya yang satu ini, sepertinya dia berhasil kembali ke “jalan yang benar” di sepanajng karirnya. Lihat saja Air Terjun Pengantin, Jenglot Pantai Selatan yang dia hasilkan beberapa tahun lalu, sungguh membuat sutradara yang satu ini mendapat kesan yang kurang dari para penggemar dan pengamat film Indonesia kendati film-film tersebut meraih predikat box office dalam negeri.

 

Menceritakan lima sahabat benama Zafran (Herjunot Ali), Genta (Fedy Nuril), Arial (Denny Sumargo), Ian (Igor Saykoji), dan Riani (Raline Shah). Selama sepuluh tahun mereka menjalin persahabatan dan setiap hari bertemu satu sama lain pada satu ketika mereka memutuskan untukntidak bertemu dalam waktu 3 bulan. Dan kemudian bertemu kembali dalam sebuah petualangan yang tidak bisa mereka luapakan seumur hidup mereka.

 

Dalam kisah 5 cm ini banyak sekali humor-humor yang membuat para penonton tetap duduk untuk menikmati adegan demi adegan. Joke-joke yang ditampilkan hampir semuanya mengena dan berhasil mengundang tawa para penonton. Kisah cinta yang diselipkan dalam kisah petualangan tokoh-tokohnya pun terasa hidup dan membuat penasaran penonton, tentunya yang belum membaca novelnya. Bagi penonton yang belum membaca novelnya juga tidak ada masalah dalam mengikuti alur cerita yang disajikan dalam filmnya, karena tak ada unsur yang membuat penonton harus berfikir keras memahami jalan ceritanya.

 

Rizal Mantovani mengarahkan cukup bagus para pemain-peamainnya, hubungan yang dibangun antar karakter juga cukup bagus, walaupun untuk seukuran sahabat yang telah menjalin persahabatan sepuluh tahun chemistry yang dibngun masih kurang. Namun demikian tidak terlalu banyak mempengaruhi jalan cerita.

 

Dalam beberapa adegan gaya hidup hedonis sengaja terlalu ditonjolkan dan mewarnai film ini. Sebagai contoh ketika Ian dan pacarnya menuju puncak dengan mobil mewah yang dikendarainya, Dan dapat disimpulkan sekumpulan tokoh utama tersebut adalah golongn menengah keatas. Untuk mengimbanginya si sutradaranmencoba menampilkan suasaa perkampungan dipinggir rel kereta yang kumuh.

 

Gambar-gambar yang menakjubkan mendominasi setiap scene di film ini, layaknya sebuah video klip sebuah lagu. Dan tidak heran sebenarnya karena basic Rizal Mantovani adalah sutradara video klip yang sangat produktif di akhir 90an dan awal 2000an. Pemandangan indah di kawasan Gunung Semeru, awan-awan yang beriringan seperti lautan diatas langit sangat memanjakan mata dan seolah kita larut dalam keadaan alam sekitar yang begitu mempesona. Acungan jempol pantas dihadiahkan untuk penata sinematografi film 5 cm.

 

Soundtrack yang diisi oleh band Nidji juga terdengar pas dengan tema yang diusung. Penempatan lagu-lagu yang enerjik di posisi yang tepat memberi kobaran semangat dalam menikmati petualangan ke lima sahabat ditambah 1 pelengkap dari tokoh di 5 cm tersebut. Lagu-lagu yang diusung Nidji juga pantas untuk koleksi terlepas dari Soundtrack film tersebut.

 

Dibalik pencapaian yang bagus di berbagai sisi ada yang masih dirasa kurang pas ketika adegan sampai di puncak Semeru dalam upacara bendera. Para tokoh seperti kurang menghayati ketika harus memberi dan mengobarkan rasa nasionalisme. Lain lagi kalo mereka memberi penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih dan memekikkan semangat nasionalisme niscaya penonton akan merasakan hal yang sama dengan mereka.

 

Sekali lagi film ini dapat dinikmati walaupun tanpa membaca novelnya dan tidak perlu berfikir keras untuk memahami kisah film ini, walaupun demikian adanya twist di endingnya menjadikan film ini tambah menarik untuk disimak.

 

Rating 4/5

About these ads

About Imagin3 Film

Penggemar Setia Film-Film Bermutu Indonesia

Posted on December 17, 2012, in Review Film and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: