LASKAR ANAK PULAU: PILOT PROJECT YANG MENGENA (Review)

Tahun 2012 diawali dengan manis oleh para pekerja seni di kotaBatam. Ini ditandai dengan dilaunchingnya film berjudul Laskar Anak Pulau pada tanggal 15 Jan 2012 lalu di Sumatera Convention Center, Batam Center. Laskar Anak Pulau sendiri merupakan debut produksi dari Komunitas Film Batam yang dikerjakan sejak bulan Oktober tahun 2011 lalu. Dan menjadi pilot project bagi komunitas ini yang tentunya apabila berhasil akan menelurkan karya-karya yang lebih baik lagi.

Menjadi proyek debutan, Laskar Anak Pulau bisa dibilang cukup memuaskan dari segi kualitas. Penempatan porsi emosi antara sisi komedi dan drama cukup mengena. Sentilan-sentilan serta dialog-dialog dari para pemain anak dengan cemerlang mampu membuat senyum dan tawa penonton. Demikian pun adegan drama yang membuat haru dan simpati berhasil ditampilkan dengan apik menjadikan Laskar Anak Pulau bisa menjadi sebuah film yang cukup menghibur. Kendati demikian ada beberapa adegan yang sebenarnya kurang perlu seperti penampilan para musisi jalanan yang alangkah baiknya jika porsi pendalaman karakter dari Ibu Lela yang diperankan Helmalia Putri lebih digali.

Menceritakan kisah Atan (Jodi Wahyu) seorang anak pulau yang terpaksa harus keluar dari sekolah karena orang tuanya tidak mampu membayar uang buku dan uang baju. Namun semangat untuk bersekolah tidak pernah surut. Bocah kelas 6 SD ini terpaksa membanting tulang bekerja sebagai pelayan di kedai Bu Lela (Helmalia Putri), serta mencuci perahu.

Nasib Atan ternyata mendapat simpati dari teman-temannya. Namun Atan menolak bantuan yang dikumpulkan dari teman-temannya. Atan merasa dilecehkan. Bagi Atan harga diri jauh lebih penting dari uang.

Meski demikian, teman-teman Atan tidak patah semangat. Kunjungan Walikota untuk meresmikan perpustakaan sekolah, mereka manfaatkan untuk menyampaikan nasib Atan dan kondisi anak-anak yang tidak bersekolah dipilau tersebut.

Upaya teman-teman Atan menuai hasil. Walikota berjanji untuk membantu biaya pendidikan Atan. Dan sebuah ending yang mengejutkan harus dihadapi oleh Atan dan teman-teman.

Akting yang bagus patut diberikan apresiasi kepada pemain utama Jodi Wahyu. Karakter anak yang tegar dan punya semangat tinggi berhasil ditampilkan dengan apik serta adegan-adegan yang cukup berbahayapun berhasil dilakukan dengan meyakinkan seperti berenang ditengah lautan, perahu terbalik dan harus berenang mendorong perahu sangat mengesankan. Awal yang baik bagi pemain debutan apabila diberi kesempatan bermain film lagi sepertinya dia akan berkembang.

Tak terkecuali pemain pendukung yang memerankan berbagai karakter yang menurut produser film ini Andi Mapisangka, diikuti 107 pemain. Mereka tampil cukup natural dan tidak terkesan kaku.

image

Dari bagian sinematografi juga bisa membawa warna serta mood dari film ini dan bisa dibilang tidak jelek-jelek amat untuk ukuran film digital. Walaupun dari department suara masih belum maksimal ada beberapa adegan dialog agak kurang jelas karena tertindih oleh suara latar dari film ini.namun demikian tidak mengganggu jalannya cerita yang ada.

Sebagai pilot project jelas Laskar Anak Pulau yang disutradarai oleh Ibonk Hermawan ini cukup menjanjikan. Dan pastinya jika film ini sukses diharapkan karya-karya yang lebih baik akan bermunculan dengan variasi tema yang lebih luas tentunya.

7/10

Sutradara Ibonk Hermawan
Produser Andi Mapisanka
Pemeran Jodi Wahyu, Helmalia Putri
Production House Komunitas Film Batam
Tanggal rilis 22 January 2012 (Cinema XXI Batam)

About Imagin3 Film

Penggemar Setia Film-Film Bermutu Indonesia

Posted on January 16, 2012, in Review Film and tagged . Bookmark the permalink. Leave a Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s